21 July 2011

Karguzari: Laporan Syaikh Muhammad Aman bin Al-Jamy (rhm) & Syaikh Ghulam Musthafa Hasan

Catatan karguzari (laporan) Syaikh Ghulam Musthafa Hasan dan Syaikh Muhammad Aman bin Al-Jamy rahimahullah (1349-1416 H) seperti mana yang terdapat di dalam buku Jilaaul Adzhan terjemahan Indonesia, Menyingkap Tabir Kesalahfahaman terhadap Jamaah Tabligh.




Karguzari Syaikh Muhammad Aman bin Al-Jamy


Surat syaikh rahimahullah berisi laporan kunjungannya ke Ijtima' Dhaka, Bangladesh (Jan,1979). Pihak Universiti Islam Madinah telah menghantar syaikh rahimahullah yang pada masa itu menjawat jawatan sebagai Dekan Fakulti Hadis dan Pengajian Islam; dan turut bersamanya, Syaikh Abdul Karim Murad daripada Fakulti Syariah. Catatan mengambil sedikit daripada laporan tersebut, kisah seorang pemuda yang turut menghadiri ijtima' serta pandangan ringkas syaikh rahimahullah terhadap jemaah tabligh.


Syaikh rahimahullah dalam suratnya mengatakan;

❝ Saya sebutkan sebuah kisah pendek tentang seorang pemuda dari Riyadh, yang telah hadir di ijtima' Dakka bersama sekumpulan pemuda dari Amerika. Ia telah diselamatkan oleh Allah dari kehidupan jahiliyyah yang telah mengakar di Amerika dengan sebab jamaah ini. Pemuda tersebut menyatakan keinginannya kepada saya untuk melaksanakan Umrah, dengan harapan ibadah ini menghapus keburukan dosa-dosanya dan membersihkan jahiliyyahnya.

Tentu saja, saya mendorongnya untuk melakukan itu, sesudah saya terangkan kepadanya keutamaan taubat, bahkan ia dapat menghapus dosa-dosa sebelumnya. Dengan perasaan malu yang sangat tampak di wajahnya, ia berkata, "Syaikh Muhammad, saya ingin melaksanakan Umrah, tetapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kalau saya sampai di Makkah. Sebab, saya telah lupa semuanya yang saya pelajari di (SMA) dahulu, sebelum saya pergi ke Amerika. Saya telah kehilangan segalanya." Ia mengatakan hal ini dengan penuh keharuan. Saya pun sangat terharu mendengar pengakuannya. Saya katakan kepadanya, "Mari kita sedikit menjauh dari keramaian orang, saya akan menerangkan amalan-amalan Umrah." Ia berkata, "Bolehkah saya merekamnya?" Saya berkata, "Silakan, kalau engkau memiliki tape recorder dan kaset." Kemudian, saya juga diminta untuk menerangkan semuanya dengan ringkas dan saya beri dorongan kepadanya untuk mengunjungi Masjid Nabawy dan Universitas Islam di Madinah Munawwarah untuk mendapat bekal berupa buku-buku dan risalah-risalah yang bermanfaat.

Satu hal yang ingin saya kemukakan secara ringkas dari kisah ini dan kisah sebelumnya, bahwa Jamaah Tabligh mempunyai hasil kerja yang sangat panjang untuk disebutkan, yang tidak dimiliki olej Jamaah da'wah lain, dan di dunia Islam lainnya. Hasil kerja mereka dapat dilihat dengan jelas dan tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun, baik kawan maupun lawan.

Rahsia keberhasilan ini adalah karena jamaah ini menjadikan da'wah ilallah dan usaha perbaikan manusia sebagai tujuan hidupnya. Bagi jamaah ini, hanya memegang da'wah dengan tangan kiri dan hidup dengan menyandang namanya dengan tangan kanan saja belumlah cukup, tetapi, mereka memegang da'wah dengan kedua tangannya. Kemudian, mereka menjauhi ambisi untuk cinta kepada pujian dan sanjungan. Pujian manusia, ejekan bagi mereka sama saja, sehingga hidup ini menjadi sederhana.

Karena masalahnya sangat jelas, dan kesan da'wah mereka juga sangat jelas, isyarat ini saya cukupkan. Dan bagi orang-orang yang beramal, pengaruh amal dan usaha mereka menjadi bukti bagi mereka. Semoga Allah s.w.t memberikan taufiq kepada kita. ❞


Di akhir surat, syaikh rahimahullah menyertakan beberapa usulan, ini termasuklah menyarankan supaya pihak  Universiti Islam di Madinah menggalakkan mahasiswa-mahasiwa dan dewan tenaga pengajar menyertai muktamar-muktamar yang diadakan oleh jemaah tabligh.

Biografi syaikh rahimahullah serta pujian-pujian ulama kepadanya seperti  Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Syaikh Shalih al-Fauzan, boleh rujuk di laman ini, Para Ulama Ahlul Hadits.




Karguzari Syaikh Ghulam Musthafa Hasan


Syaikh Ghulam Musthafa Hasan merupakan alumni dari Universiti Islam Madinah, Rektor Universiti Al-Muhammadiyah Khusus untuk Wanita dan pengarang buku Jilaaul Adzhan ini. Di bahagian mukaddimah, syaikh menceritakan pengalaman awalnya menyertai jemaah dan menyertakan karguzari yang berikut ini;


❝ Pada tahun 1395H (1975), saya memperolehi kesempatan untuk khuruj fi sabilillah selama 40 hari ke Sudan. Akhirnya, tahulah saya bahwa mereka adalah orang-orang yang hatinya telah dirasuki kesedihan dan kerisauan yang dalam karena melihat keadaan umat Islam pada hari ini. Dalam kerja besar ini, mereka tidak mempunyai kepentingan dan tujuan pribadi. Karena keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam berda'wah. Allah s.w.t telah memberikan hidayah kepada banyak hamba-hamba-Nya.

Dalam perjalanan tersebut, di sebuah stasiun kereta api di Syindi, saya melihat seorang pemuda Tunis bersama seorang gadis Amerika. Pada waktu itu, kami sedang dalam perjalanan menuju Port Sudan. Pemuda Tunis tersebut bersama-sama naik kenderaan kami. Maka seorang di antara kami berbicara kepadanya tentang iman sehingga Allah s.w.t telah memberikan karunia hidayah kepadanya. Sekembalinya kami  ke Saudi Arabia, pemuda tersebut telah datang untuk melaksanakan Umrah. Ia juga telah hafal beberapa juz Al Qur`an. Rupanya, pemuda tersebut termasuk keturunan As-Sadaat ia mempunyai famili di Madinah Al-Munawwarah.

Setelah tamat dari Fakultas Da'wah dan Ushuluddin di Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah, saya menjadi tenaga da`i di Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Da'wah dan Bimbingan Islam di Mauritius, kemudian di negeri Bahrain dan berkerja di sana selama dua belas tahun. Selama masa tersebut, saya telah mengunjungi banyak negara. Sungguh, saya belum pernah melihat pengaruh jamaah mana pun yang menyamai pengaruh Jamaah Tabligh. Karena takut akan pengaruh jamaah ini, sebagian orang menentangnya dan melemparkan berbagai tuduhan yang berbahaya. Tetapi, karena keikhlasan mereka, Allah s.w.t selalu menolong dan membela mereka melalui bantuan ghaib-Nya. ❞


Semoga Allah s.w.t memberi ganjaran yang besar kepada alim ulama atas pengorbanan mereka dalam usaha da'wah tabligh dan membuka dada-dada para alim ulama lainnya untuk turut mengorbankan tenaga, fikiran dan memberikan kerjasama dalam usaha yang mulia ini demi ad-deen Allah Ta'ala. Aamiiin.



Nota: Buku Jilaaul Adzhan menampilkan surat-surat para ulama yang mukhlis di Kerajaan Saudi Arabia, diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz. Dipaparkan juga penjelasan serta pandangan Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairy dan Syaikh Yusuf bin `Isa Al-Malahy. Muat turun pdf Jilaaul Adzhan terjemahan Indonesia di 4shared.
Baca lagi..

14 July 2011

Karguzari Jemaah ke Papua, Indonesia

Beberapa karguzari usaha dakwah di Papua, dikongsi bersama daripada rakan-rakan fb. Gambar menunjukkan Derry Sulaiman menatap hiba mayat yang diawetkan dari salah satu suku di Wamena ketika beliau khuruj fisabilillah di sana, sekitar 3 bulan yang lalu. Sekilas tentang populasi penduduk, agama, bahasa dan info Papua lainnya boleh rujuk di wikipedia.




Keislaman Suku Tastmit di Papua.


Karkun Zumindar Salafy @ Haney Karkun Keren menukil karguzari:

❝ Ust.Ahyar bercerita kepada kami, Ust.Kiki bercerita kepada kami, beliau berdua berkata: Kami musyawarah NTB (Nusa Tenggara Barat) di markaz dan kita kedatangan jamaah Irian Jaya. Ust.Dahlan bayan magrib, beliau karguzari;

Kami dakwah di Papua penuh dengan pengorbanan. Pernah kami keluar ke pedalaman suku Tatsmit. Kami di sambut dengan panah dan tombak dan habis tubuh saya dengan panah beracun sehingga saya di larikan ke rumah sakit. Hampir 1 minggu saya di rumah sakit, tapi tetap sabar. Anehnya, orang-orang yang memanah saya ikut menganter saya ke rumah sakit. Setelah sembuh, kami tetap masukkan jamaah ke suku tersebut, sampe kami di terima dan yang awal kami ajarkan adalah cara mandi pake sabun, samphoo dan sikat gigi sama suku tersebut, sehingga mereka merasa nyaman kerana mereka biasa menggunakan minyak babi jadi sabunnya.

Setelah mereka terkesan dengan mandi pake sabun, samphoo, baru kami dakwahkan tauhid sehingga awal dakwah kami di sana, kami bisa ajak 2000 orang kelapangan untuk mandi masal menghilangkan najis mughallazah mereka,dan mengajak mereka syahadat. Alhamdulilah, 2000 masuk islam, dan singkatnya setelahnya, 4000 masuk islam dan beliau tasykil karkun Lombok khuruj ke Papua, sudah di siapkan 3 pesawat gratis untuk jamaah. Selesai bayan, beliau bagi CD untuk karkun-karkun yang isinya dakwah jamaah khuruj di suku Tatsmit di Papua yang sekarang berubah menjadi kampung islami asbab dakwah jamaah tabligh. Sampe orang tua markaz angguk-angguk dengar karguzari tersebut dan berkata di NTB, belum apa-apa dakwahnya di bandingkan dakwahnya rekan-rekan kita di Papua Irian Jaya. ❞


Berikut ini mungkin rakaman video dari CD yang dimaksudkan, berdasarkan kepada karguzari dan penerangan ringkas video ini di youtube...





Kemaskini 22/9/2011: Melalui perbincangan di salah satu group fb, video ini berkenaan dakwah Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN). Karguzari ini perlu perincian lagi.

Kemaskini 25/5/2012: Muat turun kajian ini dalam bahasa English, The Arrival and Spread of the Tablighi Jama’at In West Papua (Irian Jaya), Indonesia, download.

Kemaskini 04/9/2013: Telah tersebar gambar ketua suku sepertimana yang terekam di video. Allah SWT yang memberi hidayah, tiada siapa yang dapat menghalangnya.



















Jemaah Khuruj ke Wamena, Papua. 


Karguzari dan pesanan Derry Sulaiman; 

❝ Alhamdulillah sekarang banyak putra daerah, yang sudah dapat hidayah jadi muslim. Bahkan ada satu suku (tribe) yang masuk islam. Sekarang di sana di perlukan tenaga da'i yang bisa membimbing tauhid dan keimanan mereka. Ada beberapa kampung islam di Wamena, di antaranya Walesi, alhamdulillah sudah ada pondok tahfidzul quran di sana dan di kota Wamena ada juga madrasah, cabang pondoknya KH. Mukhlisun Magelang *. Alhamdulillah sudah banyak di antara mereka yang sudah ikut khuruj 4 bulan, 40 hari dan 3 hari. Akses ke Wamena hanya bisa lewat udara (pesawat terbang). Ada beberapa masjid yang sudah hidup 5 amal dan beberapa amal. Di harapkan pengiriman jemaah ke Wamena dan pedalaman Papua di perbanyak. Mereka orang primitive, punya sifat sami'na wata'na (mengikut apa yang di ajarkan), dan lembut dalam berbicara.

Derry Sulaiman & Axel Djody bersama pribumi Wamena 

Karna orang islam gak mau bergerak kesana, sekarang orang non-muslim yang bergerak kesana. Kasihan mereka, ikut-ikutan orang tersebut karena uang aja... lihat saja di foto itu ada yang pake kalung salib (gambar dikaburkan), namun mereka tak ajarkan cara berpakaian. Para missionaris bekerja hanya untuk gaji /uang saja... jadi kalo para karkun bergerak ke sana dengan sangat mudah mereka akan ucapkan syahadat dan ikut kita. Karna kerja orang kafir sangat rapuh seperti sarang lelabah. 

Waktu kami ke sana, alhamdulillah dapat tasykilan 1 jamaah 4 bulan (9 orang) dan 1 orang ke IPB. Mereka gagah dan tampan kalo pake sunnah. Kirim jamaah sebanyak mungkin.... insyaALLAH?? ❞


Derry Sulaiman juga menambah, betapa perlunya jemaah masturat (wanita) dihantar ke sana. 'Abdullah Belajar Ihsan' mendengar karguzari dari jemaah yang telah khuruj ke Wamena bahawa mereka menyatakan, setiap jemaah yang khuruj ke sana minima dalam jangka masa 40 hari akan menjadi asbab hidayah kepada pribumi (orang asli) di Papua, Insya'Allah.


Usaha Rasulullah s.a.w berbeda dengan usahanya nabi-nabi yang lain, karna Rasulullah s.a.w berusaha untuk menjadikan seluruh ummat nya menjadi DA'I... bukan hanya menjadi ahli ibadah saja... sebuah mesin yang bisa mencetak seribu buku, tidak sama dengan sebuah mesin yang bisa mencetak 1000 mesin... ~fikirkan~  - Derry Sulaiman.



* KH. Mukhlisun, salah seorang syura usaha dakwah dan tabligh di Indonesia serta penanggungjawab Ponpes (pondok pesantren) Sirojulmukhlisin, Payaman-Magelang Jawa tengah, Indonesia.


Wallahu a'lam.
Baca lagi..

08 July 2011

Radio RIN: Ulang Siar Rakaman Jord MJSP, 9hb - 12hb Julai 2011

Alhamdulillah, Farouk Ahyar & pihak Radio RIN akan mengulang siaran rakaman Muzakarah Syura, Jord Umum (29/6/11), Jord `Ulama (30/6/11) dan Jord Masturat (3/7/11) bermula pada hari sabtu, 9/7/11 sehingga hari selasa, 12/7/11. Insya'Allah.





Beberapa rakan kita bertanyakan agar diulang semula rakaman jord di Masjid Jami Sri Petaling baru-baru ini untuk kali ke-dua. Sebenarnya, beberapa hari ini pun pihak Radio RIN masih menyiarkan bayan-bayan tersebut. Di bawah entry ini disenaraikan jadual lengkap ulang siar rakaman jord. Mungkin ini lebih memudahkan.

Berkenaan cara atau di mana memuat turun bayan-bayan daripada Radio RIN, perkara ini telah diajukan kepada staff/admin mereka dan mereka tidak menyetujui sebarang rakaman bayan yang bersumber daripada siaran Radio RIN dimuat naik atau dimuat turun tanpa kebenaran daripada pihak mereka.


........


Berikut ini jadual siaran rakaman jord:



Sabtu, 9.7.11 
10.00 pagi:  Bayan Maulana Shamim kepada Syura; 2jam 28min.
10.00 mlm:  Bayan Sheikh Habib Nizamuddin; 1jam 13min.

Ahad, 10.7.11
10.00 pagi:  Bayan Maulana Shamim di Jord Umum; 2jam.
10.00 mlm:  Bayan Maulana Usman; 1jam 55min.

Isnin, 11.7.11
10.00 pagi:  Laporan Kerja Ulama dan bayan Maulana Shamim; 1jam 43min.
10.00 mlm:  Bayan Maulana Zakaullah; 1jam 50min.

Selasa, 12.7.11
11.00 pagi:  Targhib/Laporan Usaha Masturah KL; 1jam 20min.
10.00 mlm:  Bayan Masturah Prof. Munawwar Bashar; 1jam 20min.


........


Beberapa tips:

1. Pengguna browser chrome: install plugin Chrome Radio Player atau Radio Player Live dan kemudian masukkan url radio RIN ini, http://rs5.radiostreamer.com/radioislam pada bahagian setting.

2. Pengguna android: install aplikasi 'xiaalive lite'. Urutannya seperti berikut ini; aplikasi 'xiaalive lite' > favorites > add favorite > url (masukkan url radio seperti yang tertera di atas).


........


Pautan Radio Islam Nusantara;

Web: http://radioislam-nusantara.com
Facebook: http://www.facebook.com/pages/radioislam-nusantaracom/133420362129

Baca lagi..

02 July 2011

Karguzari: Baba Abdul Razak Kakrail?

Karguzari "May Allah grant us hidayat from lives of these people" bersumber daripada seseorang yang bernama pena, Ibnu Hatari. Penulis menceritakan pengalamannya semasa khuruj di Bangladesh sekitar Mac 2006 atau lebih tepatnya di Masjid Kakrail, Dhaka. Semoga beroleh manfaat hendaknya, Insya'Allah.




Ibnu Hatari menukil karguzari:


Suatu pagi, setelah selesai sarapan roti dan chai (minuman teh susu) yang enak bersama ribuan ahli jemaah, maka pun aku merayau-rayau sorang-sorang dalam masjid Kakrail. Masjid ni sangatlah besar dan bertingkat-tingkat. Aku dah tak berapa ingatlah bilangan tingkatnya, tapi yang aku pasti masjid nih boleh memuatkan para jemaah sehingga melebihi 10ribu orang. Waktu tu pun jemaah arab dah ramai mulai membanjiri masjid tersebut. Tanda-tanda usaha agama semakin berkembang dan akan kembali ke tempat asalnya..

Masa tengah rayau sorang-sorang tu, aku telah termasuk ke dalam satu bilik yang mana terdapat satu jemaah Indonesia yang tengah berkumpul untuk mendengar bayan wapsi/tangguh daripada sorang lelaki tua. Kebetulan ketika itu juga mereka memerlukan penterjemah bayan, maka tanpa niat aku telah terpilih menjadi perantaraan untuk alih bahasa English ke bahasa Indonesia. Inilah pengalaman pertama aku sebagai murtajim/penterjemah bayan. Amal berakhir sekitar 1 jam lebih..

Jemaah Indonesia ini agak istimewa, telah diberitakan kepadaku oleh karkun-karkun yang lain ketika itu bahawa salah seorang ahli jemaahnya yang juga merupakan seorang ustaz dan juga amirsab telah meninggal dunia/syahid dalam dua hari lepas, babak-babak terakhir mereka sebelum tamat tempoh khuruj. Yang mengejutkan aku, route dimana tempat mereka dihantar untuk buat usaha agama sama juga dengan route jemaahku, cuma mereka telah selesai tangguh daripada keluar, akan tetapi jemaahku akan ke sana sekitar tengahari lepas zohor. Memang mulia keadaan orang yang meninggal dunia ketika keluar semasa buat usaha agama. Rupa macam orang tidur tersenyum.. cuma disini aku bukan mahu bercerita kisah orang syahid, tetapi pengalamanku bersama pembayan tua yang aku terserempak ini.


Selesai bayan, maka pembayan tua itu terus mencekup bahuku lalu berkata dalam bahasa inggeris "Where are you from? Jazakallah khairan for the khidmat of bayan for this particular jamat.. have somebit of time with me". Beliau tersenyum dan terus membawaku bersandar pada timbunan-timbunan bantal, di satu sudut dalam bilik tersebut. Rupa-rupanya bilik yang aku tersesat masuk tanpa niat menjadi penterjemah tadi adalah bilik khas beliau di dalam masjid Kakrail ini. Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Abdul Razak, dan mahu aku panggilnya Baba. Rupa parasnya sederhana tinggi, matanya biru dan asyik terbeliak apabila ingin menyampaikan satu perkara yang penting, amat fasih berbahasa inggeris, penuh dengan jenaka tetapi tegas perwatakannya. Mukanya semacam ada nur... penampilannya serupa sedikit seperti Maulana Nazlur Rahman Raiwind damatbarakaatuhum... beliau memberitahu umurnya 89 kepadaku dengan penuh semangat. Aku pun dengan penuh rasa hormat sambil tersipu-sipu memperkenalkan diriku dan mengatakan diriku berasal daripada Malaysia.

Memang ada suatu jazbah yang berlainan dalam diri orang tua ini jika dibandingkan dengan orang-orang tua yang umum sebaya dengannya. Kebanyakan orang tua-tua dalam usaha agama biarpun umur yang lanjut, percakapan mereka ini sungguh hikmah dan menusuk hati. Tanda daie yang makbul.

"O from Malaysia? MASYAALLAH!" nadanya yang semangat. Maka disambung lagi Baba Abdul Razak kakrail "I KNOW your late prime minister Tun Abd Razak, not only we share the same name, but i know him VERY WELL". Aku pun berkata "Everyone knows about our prime ministers."  Tetapi terus beliau menyahut "Oh you see this is different, everyone know Tun Razak and his son Najib but i want to tell you about something that not most of people knows about your late prime minister Tun Abd Razak". Maka berceritalah Baba Hj. Abd Razak kakrail dengan episod karkuzarinya mengenai Tun Abd. Razak. Kami bersembang-sembang sambil bersandarkan bantal pada dinding biliknya.

Beliau bertaaruf sambil bercerita kepadaku, "I was at your very age that time when doing dawat.." ujar Baba. Aku pun zauk sangat ketika beliau berkata begitu(sampai sekarang masih lagi terngiang-ngiang).. beliau telah berbaiah di tangan Hadratji Maulana Yusuf  Khandlalawi rah. Dan antara awwalun dalam usaha ini. Pada sekitar awal 60an, hazratji Maulana Yusuf Khandlavi telah bentuk satu jemaah India (waktu tu Pakistan dan Bangladesh belum wujud lagi, masih di sebut India) yang khusus ke Malaysia, yang mana beliau juga merupakan salah seorang daripada ahli jemaah tersebut.

Kata Baba lagi, ketika ke Malaysia, Baba Hj. Abd Razak kakrail dan jemaahnya menaiki kapal terbang. "In the plane, I sat next to your Tun Razak, and from there we became friend" ujar beliau. Beliau memuji sifat alharhum Tun Abd. Razak ketika itu kerana tidak seperti orang khawas yang lain, Tun Abd. Razak telah memilih untuk duduk bersama-sama dengan orang tempatan. "He sat down beside me and yet i noticed that he has the "ummati's sifat" " puji Baba mengenai Tun Abd. Razak.



"When we in Malaysia, our jamat 'tasykil'ed him to spend sometime with us, but he was very busy.. somehow he did give nusrat by lending us his personal car and a driver. Only by night time if he is not busy, then he will perform salah maghrib and isya together with us.." kata beliau. Ketika itu Tun Abd. Razak belum menjadi perdana menteri, tetapi menteri luar bandar ujarnya. Aku pun "impress" jugak dengan Baba ni akan ingatannya yang kuat dan juga masih mengetahui akan kedudukan Tun Abd. Razak ketika itu dalam bercerita.




"After months we have been in malaysia, so it was time to return back to India. before we leave your country, Tun Abd Razak wanted us to find one of his bestfriend during his studies in London, who resides in Dhaka. Tun Abd Razak was so concern about his friend, he did even write down the address and the contact number of his friend, and give it to us. He had a note for this fellow friend and want us to deliver it to him", cerita Baba.

Baba beritahu, selepas beberapa masa balik daripada tasykil Malaysia, maka datanglah satu jemaah Kuwait yang pertama kali dikatakan telah datang ke India untuk 4 bulan. Dalam jemaah Kuwait tersebut salah sorang daripada ahlinya merupakan ahli koperat. Maka dibawalah ahli koperat Kuwait tadi bersamanya untuk khususi kawan baik Tun Abd. Razak ini.

Baba bagitahu, "This Tun Abd Razak's fellow friend is extremely busy like Tun Razak too. And then we found out that this fellow was a very successful senior city planner, architect and also an engineer who works with the goverment at that time. With the given address, we managed to find his house. He lives in a very big house!"

Setelah susah payah dan memberitahu mengenai satu note daripada Tun Abd. Razak, maka Baba dan ahli koperat tadi berjaya mendapat satu "appointment" untuk perjumpaan pada waktu malam. Maka pada malam tu, lepas habis makan malam di rumah engineersab tersebut maka teruslah ahli koperat Kuwait tu bagi fikir pentingnya untuk usaha atas iman melalui perantaraan usaha agama Nabi s.a.w.

Baba pun bercerita; so the engineersab responed;  "How can i spend time for this? I cannot even take a minute to relax for myself. Im very busy with the work". The kuwaiti sati said to the engineersab " Just make an intention, for you wont lose anything if you give and declare your intention to Allah."

Engineersab replied; "Ok, i put intention.. i will go in path of Allah for iman and amal before i die."

"So several years later he entered Kakrail performing zohor salah and then he sat down in a bayan. At the end of the bayan tasykil were made. He wanted to leave the gatherings.. until the person who gave the bayan said - if you think iman and amal is important before you die, please stand up and go out in the path of Allah.. so Allah gave him ilham, then he remembered back the intention he made pledge infront of me and the kuwaiti sati. So right away after that he went out for 4 months!"

Baba bagitahu sewaktu itu engineersab dilanda kemurungan jiwa.. kekayaan melimpah dalam hidupannya namun hatinya sedih dan kosong. Namun dengan qudrat Allah, engineersab telah masuk ke dalam masjid Kakrail. Sejak daripada bayan tersebut telah mengubah hidupannya 180 darjah.



Perbualan antara aku dengan Baba yang tidak dapat ku lupakan ketika Baba beritahu;  "The development and extensions of Kakrail masjid was under his responsibilities. Allah accepted his struggles, Hadzratji rah appointed him as syura. Not only Bangladesh, he traveled more than 100s countries to spread islam and changed hundred thousands of them, spending whatever he has earned in his life just for dawat. He goes in the path of Allah for the rest of his life.. his whole family also changed into very devoted to islam and dawat ki mehnat. All of his children now hafizs and hafizahs, alims alimahs, zahids zahidahs. He made so much qurbani and now you see in annual Tonggi ijtima's the local old satis still remember his name untill now..."

Aku pun bertanya kepada Baba akan siapakah sebenarnya engineersab tersebut yang diceritakan oleh Baba?

"There are thousands of such examples, but they remain silent because they do it for Allah. So just let the name of engineersab remain unknown to you." senyum Baba.

"But above all, do you know why, what is the reason for me telling you all of this, and lessons can you get from this karkuzari?" Baba menyoal aku balik.

"Tell me baba" jawabku menyerah diri sambil mengerut kening..

Baba berkata (berbahasa inggeris); "Kalau kamu tahu hakikatnya, semua pahala pengorbanan yang dibuat oleh engineer sab itu, semuanya pulang kembali kepad Tun Abd. Razak kamu, kerana beliaulah asbab hidayah kepada engineersab itu. Ketika kami di Malaysia, Tun Abd. Razak telah buat pengorbanan dengan memberi nusrah kepada jemaah kami dan jelas Tun Abd. Razak telah risau ke atas engineersab. Tun Abd. Razak bukannya sahaja seorang yang kaya di dunia, bahkan di akhirat! Dalam usaha ini, kerisauan yang ada dalam hati kita dan pengorbanan dalam jalankan usaha agama adalah roh kepada jasad usaha Nabi s.a.w ini. Dengan kerisauan dan pengorbanan juga maka Allah turunkan hidayah."

Terbeliak mataku "SUBHANALLAH!, are you telling the truth? amazing! mean i cant believe that Tun Abd. Razak got a share in tablighi effort! such a beautiful struggles.."

Dan aku menyambung lagi dengan SOALAN: "Engineersab, that you are telling me about, might it be the late bhai Hj. Muqib sab? am i right?"

Baba tersenyum dan hanya mampu berkata, "May Allah grant us hidayat from lives of these people."


MasyaAllah, pertemuan aku dengan Baba Hj. Abd Razak kakrail memang khas daripada Allah, ditentukanNya kepadaku. Entah mengapa, tetapi yang pasti inilah bayan hidayah dan jazbah kerja yang "special" untukku sebelum keluar tasykil di sekitar Bhola, perjalanan 2 hari 1 malam dengan menaiki feri.

Inilah kisah "behind closed door tabligh".. biarpun agak bizzare untuk dicernakan oleh sesetengah pemahaman orang awam, tetapi selepas karkuzari Baba tersebut sehingga kini pun masih lagi dapatku rasakan jazbah dan faiznya daripada Baba biarpun hampir 5 tahun berlalu. Dengan jazbah inilah aku nukilkan di dalam blog ini untuk perkongsian bersama.. lebih-lebih lagi dengan teman-teman seusaha. Kisah ini mengingatkan aku seorang waliAllah, Hazrat Ibrahim Adham Balkhi, yang sanggup korbankan kemewahan dunia, hidup berzuhud untuk sukakan Allah. Hazrat Hj. Muqib sab juga telah korban segala dunianya untuk usaha agama dan memilih jalan yang sama. Jika anda orang lama pasti anda tahu kisah Haji Muqib, Karnal Amiruddin, Prof. Sanaullah, Miaji Mehrab, Miaji Musa dan banyak lagi orang-orang lama dalam usaha agama ini.. kebanyakan mereka telah kembali menemui Allah. Semoga semua mereka diredhai Allah.. alangkah baiknya jika Allah kekalkan jazbah ini kepadaku dalam amalan 2 1/2 jam.. semoga Allah pilih kita untuk jadi seperti mereka.

Semoga Allah berkati usaha Baba Haji Abd. Razak kakrail dan juga asbab sebagai qabulliat beliau dalam usaha agama. Endingnya YANG aku benar-benar PAHAM, actually last-last semua pahala diorang masuk dalam buku amal Baba jugak.. pasal Baba sambut takaza dan buat kerja!..

Lessons learnt - "May Allah grant us hidayat from lives of these people."




Nota: 'Baiat' yang  dimaksudkan di atas tidak lebih daripada berjanji setia kepada muslimin lainnya dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya.  Hanya dalam urusan infradi (orang perorangan secara khusus), berlaku dikalangan orang-orang yang rapat dengan eldest(0rang-orang lama) dalam usaha dakwah dan tidak dijadikan tertib umum dalam usaha agama.


Baca juga karguzari Ibnu Hatari berkenaan salah seorang jemaah 4 bulan dari Madras, India yang kembali ke rahmatullah baru-baru ini di Kuching, Sarawak. - Ibnu Hatari/ Kematian yang Dicemburui





Menginginkan kebaikan untuk para pemimpin termasuk di antara tiga perkara yang dengannya hati orang beriman akan suci dari sifat khianat, dengki dan semua keburukan. Berkata Fudhoil bin 'Iyaadh: “Kalau seandainya aku memiliki sebuah doa yang mustajab (dikabulkan) maka aku akan mendoakan untuk kebaikan Imam (pemimpin) kerana baiknya imam merupakan kebaikan bagi negeri dan masyarakat.” (As-Siyar, 8/434)

Baca lagi..
 

Karguzari Dakwah: Usaha atas Iman, tema asal Empty Canvas. Makhluk dicipta, tidak berdaya dan tidak kekal.