16 May 2011

Karguzari Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman ke Ijtima' Raiwind, 1986.

Karguzari (laporan) ijtima' Raiwind daripada Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman kepada Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz melalui surat dengan berisi pujian, penafian keburukan dan tuduhan terhadap usaha dakwah dan tabligh berserta tasykil (ajakan). Surat ditulis pada tahun 1407H.




Catatan bersumber daripada terjemahan Indonesia buku Jilaaul Adzhan (Menyingkap Tabir Kesalahfahaman terhadap Jamaah Tabligh) di bahagian ketiga; Kumpulan Surat-Surat Dari Para Pemimpin, Tokoh Ulama, dan Masyaikh yang Mendukung Jamaah Tabligh di Kerajaan Saudi Arabia susunan Syaikh Ghulam Musthafa Hasan. Di dalam bab ini juga turut melampirkan surat daripada Syaikh Maulana Muhammad Ilyas dan Syaikh Muhammad Ihtisyamul Hasan rahimahumAllah kepada yang mulia Raja Abdul Aziz 1, Aali Saud rahimahullah pada tahun 1357H.


Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman menyatakan di dalam surat tersebut;


"Bismillahirrahmanirrahim,

Yang mulia orang tua kami, Syaikh Abdul-Aziz bin Abdullah bin Baz, Ketua Umum Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Da'wah, dan Bimbingan Islam, semoga Allah menjaganya dari segala keburukan dan memberikan taufiq dalam langkah-langkahnya. Amin.


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Liburan saya dimulia pada tanggal 1/3/1407H, dan saya telah melakukan perjalanan ke Pakistan pada tanggal 3/3/1407H bersama rombongan ulama dan mahasiswa dari berbagai Universitas, antara lain Universitas Islam, Universitas Imam Muhammad bin Saud, Universitas Raja Saud dan lain-lainnya. Kami benar-benar telah menyaksikan suatu keajaiban. Begitu kami sampai di Bandara Lahore, kami disambut oleh sekelompok pemuda shalih, yang memancarkan cahaya ilmu dan iman dari janggut-janggut dan wajah-wajah mereka. Kami menuju ke masjid bandara dan melaksanakan shalat sunnah. Kemudian, kami duduk berkumpul dengan rombongan yang berasal dari berbagai negeri. Maka, seorang di antara mereka menyampaikan kalimat-kalimat ajaib yang sangat mengesankan hati.

Kemudian, mobil datang mengangkut kami ke tempat pertemuan di Raiwind. Pertemuan yang indah, yang menyebabkan kekhusyukan hati dan berlinangnya air mata karena rasa gembira dan rasa takut kepada Allah. Pertemuan yang menyerupai pertemuan penduduk surga. Di dalamnya tidak ada kata-kata teriakan, tidak ada  perasaan lelah, tidak ada perkataan sia-sia, tidak ada kekacauan, dan tidak ada kebohongan. Juga sangat bersih, tidak ada bau busuk dan tidak ada kotoran. Pertemuan yang diatur dengan sangat tertibnya - tanpa polantas, tanpa polisi keamanan, tanpa patroli polisi dan tanpa penjaga. Padahal, pertemuan ini meliputi satu juta orang lebih.

Demi Allah, inilah pertemuan yang menghidupkan hati, menyinarkan dan meningkatkan iman - sebuah kehidupan alami dan fitrah yang diliputi oleh dzikrullah, ilmu, ceramah umum, pelajaran (majelis ta'lim) dan halaqah dzikir siang dan malam.

Alangkah elok dan alangkah indahnya karena ia memberikan kepada kita gambaran yang hidup tentang kehidupan para sahabat, tabi'in dan tabiit-tabi'in r.a, yakni gambaran tentang perjuangan, ilmu dan dzikir, kata-kata yang baik, perbuatan-perbuatan yang baik, gerakan-gerakan Islami yang indah dan wajah-wajah yang memancarkan cahaya iman dan ilmu.

Anda tidak akan mendengarkan kecuali kata-kata Tauhid dan dzikir, tasbih, tahmid, takbir, membaca Al-Qur'an, salam, jawaban salam, ucapan jazakallahu khairan dan sebagainya.

Anda tidak memandang kecuali yang menyenangkan Anda dan menyemangatkan hati Anda berupa kegiatan menghidupkan sunnah Rasulullah s.a.w dengan segar - untuk Anda nikmati setiap saat. Sungguh, ini merupakan pertemuan Islami yang agung, indah dan manis.

Secara umum, ia merupakan praktek penerapan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Betapa sunnah menimbulkan kehidupan yang baik dan membahagiakan, dan betapa saya sangat mendambakan pertemuan seperti ini dapat dilaksanakan di negeri Saudi Arabia. Sebab, negeri ini sangat pantas bagi setiap kebaikan dan selalu melebihi negeri-negeri lain dalam setiap kebaikan semenjak masa kerajaan Raja Abdul Aziz - semoga Allah mengampuninya dan menyucikan ruhnya di jannatun-na'im dan mengumpulkan kia semua di Surga Firdaus.

Pribadi-pribadi Jamaah ini berasal dari seluruh pelosok dunia. Mereka memiliki satu bentuk, satu tabiat, satu kata dan satu tujuan. Seakan-akan mereka keturunan dari satu orang atau seakan-akan Allah s.w.t menciptakan satu hati dan membagi-bagikannya kepada mereka.

Mereka tidak mempunyai ambisi dan cita-cita selain ingin berpegang teguh pada agama dan mengadakan perbaikan terhadap pemuda-pemudi muslim dan membimbing non-muslim kepada jalan Allah yang terpuji. Bagaimanakah orang-orang yang bingung berani menyerang orang-orang yang shalih ini?

Syaikh Abdul Majid Az-Zindany mengatakan tentang mereka, "Mereka adalah penduduk langit yang berjalan di atas bumi."

Betapa lancangnya hati yang berani memaki mereka dan menuduh mereka dengan hal-hal yang tidak ada pada diri mereka.

Saya memperkirakan, tujuan jemaah ini sama dengan tujuan Pemerintah Saudi Arabia, yiaitu membuat perbaikan terhadap manusia di seluruh dunia, menyebarkan perasaan aman dan keamanan di seluruh pelosok negeri. Dari sudut manakah mereka dapat diserang?

Setelah ceramah selesai waktu Isya', apabila Anda mengarahkan pandangan Anda ke kanan dan ke kiri, Anda akan melihat halaqah-halaqah ilmiah yang dapat Anda ikuti, mana saja yang Anda suka. Di halaqah mana saja Anda duduk, Anda pasti akan mendapat pelajaran.

Apabila keadaan sudah sepi; saat menjelang tidur, Anda pasti melihat mereka tegak seperti tiang. Mereka mengerjakan shalat sebelum tidur. Pada akhir malam, Anda pasti mendengar suara mereka seperti suara sarang lebah karena menangis, merintih dan merengek-rengek kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa mereka dan dosa-dosa kaum muslimin, menyelamatkan mereka dan saudara-saudara sesama muslim dari neraka dan memberikan hidayah kepada seluruh manusia agar mampu menghidupkan sunnah Rasulullah s.a.w.

Ringkasnya, sesungguhnya pertemuan ini sangat pantas dihadiri para ulama dan penuntut ilmu. Bahkan, oleh setiap muslim yang takut kepada Allah dan mengharapkan kebahagiaan di kampung akhirat. Semoga Allah memberi balasan yang baik kepada pelaksananya, meneguhkan mereka dan menjadikan (usaha) mereka bermanfaat untuk kaum muslimin. Sesungguhnya, Ia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa.

Adapun yang menangani semuanya adalah para hafizh Al-Qur'an. Penumbuk gandum menumbuk dengan basmallah, tasbih, tahmid dan takbir. Pembakar roti bekerja dengan basmalah, tasbih, tahmid dan takbir. Kami telah menyaksikan dan mendengarkan mereka tanpa mereka sadari. Maha Suci Allah yang telah membuka pandangan mereka, memberikan taufiq kepada mereka untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya dan menunjukkan kepada mereka jalan yang benar - yang dicita-citakan oleh setiap muslim.

Pada hakikatnya Syaikh yang mulia, siapa saja menyertai mereka pasti akan menjadi da'i ilallah melalui latihan dan lamanya persahabatan. Alangkah baiknya seandainya saya mengenal mereka semenjak saya masih mahasiswa di Universitas dulu, pasti hari ini saya sudah menjadi 'allamah dalam da'wah dan seluruh ilmu.

Demi Allah, inilah yang saya pertaruhkan kepada-Nya. Dan Ia Yang Maha Berkuasa pasti akan meminta pertanggungjawaban saya terhadap hal inipada hari ketika harta maupun keturunan tidak berguna dan tidak seorang pun yang dapat menolong orang lain.

Alangkah baiknya seandainya para da'i di bawah lembaga Syaikh yang penuh berkah ini berpartisipasi dalam pertemuan ini dan keluar bersama Jamaah untuk belajar keikhlasan, sistem da'wah, akhlak para sahabat, tabi'in dan tabiit-tabi'in. Semoga Allah meridhai mereka semuanya.

Sebagai penutup, saya berdoa kepada Allah agar menunjukkan bahwa yang haq adalah haq dan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengikutinya. Semoga Ia mengilhamkan kepada kita kebaikan urusan kita; memberikan keikhlasan dan ketetapan kepada kita; melindungi kita dari keburukan diri, hawa nafsu, syaitan; menolong agama-Nya, meninggikan kalimah-Nya, memuliakan pemerintahan kita dengan Islam dan memuliakan Islam dengan pemerintahan kita. Sesungguhnya Dialah Pemilik dan Penguasa segala urusan.

Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan ke atas Nabi kita, Muhammmad s.a.w, keluarganya dan sahabat-sahabatnya.


Ditulis oleh ananda murid Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman.
Perwakilan Da'wah dan Bimbingan Islam di Unaizah.



Nota: Ebook ini boleh dimuat turun di 4shared dalam format PDF atau JPEG (zip).


Suasana ijtima'..


Baca lagi..

Karguzari Jemaah Ulama' 1 Tahun ke Nizamuddin

Karguzari jemaah ulama' Malaysia yang bersafar, khuruj fisabilillah setahun ke IPB (India Bangladesh dan Pakistan) di awal tahun 2003. Turut dimuatkan dalam karguzari ini, beberapa karguzari jemaah ulama dari negara lain dengan tasykil setahun serta karguzari usaha da'wah di Israel.



Catatan karguzari;


Alhamdulillah, Allah SWT masih lagi mengekalkan kenikmatan iman dan islam di dalam kehidupan kita, semoga Allah mengekalkannya sehingga akhir hayat dan memelihara hubungan kita semua.

Tashkil kami selama setahun telah bermula daripada tarikh 1/2/03. Kami terdiri daripada lima orang; Ustaz Lokman Shazly dari Petaling Jaya, Ustaz Johari dari Jerantut, Ustaz Azmi dari Kuala Terengganu, Ustaz Azman@Abdul Fattah dari Muar dan Ustaz Mohammad Idrus dari Kota Bharu. Seorang lagi Ustaz Mohammad Hafiz tetapi lewat seminggu (kami belum lagi bertemu dengannya kerana berada di dalam tashkil jemaah yang lain dan mungkin esok beliau akan sampai ke Nizamuddin).

Sambil menanti urusan visa dan tiket selesai, kami telah bermalam dan berkhidmat di Masjid Jamek Sri Petaling, seorang daripada kami telah mendapat mimpi yang baik. Beliau telah melihat di dalam mimpinya bahawa Baginda Nabi Muhammad SAW sedang memberi khutbah di atas pangkin mimbar Masjid Jamek Sri Petaling. Baginda memandang ke kiri dan ke kanan melihat ahli jemaah yang berseri-seri dengan pakaian sunnah berjubah dan berserban sambil memandang mereka dengan penuh senyuman dan keredhaan. Dengan petanda mimpi yang baik ini, kami harap moga Allah SWT menerima kami yang berangkat di dalam safar setahun dan juga moga Allah SWT menerima mereka semua yang melibatkan diri di dalam usaha Baginda SAW serta mereka yang membantu mereka… Amin.

Pada 10.30 pagi 16/2/03, kami telah selamat sampai ke Dhaka dan ditempatkan di hotel. Transit selama 2 hari sebelum meneruskan penerbangan ke Delhi. Di Dhaka, kami sentiasa menghadirkan diri di Markas Tabligh di Masjid Kakrei. Cuaca masih sejuk. Di Masjid Kakrei kami dapat hadir di majlis laporan jemaah/karkuzari, bayan dan kami dan kami dapat menziarahi orang tua kita, Maulana Azizul Maqsud dan kemudiannya kami diberi nashat di dalam bahasa arab oleh Tuan Mufti Abdullah.

Dua hari di Dhaka, maka kami telah berangkat ke Delhi. Alhamdulillah perjalanan baik dan selamat sampai ke markas tabligh dunia, Masjid Bangawali, Nizamuddin Aulia. Tiga hari kami bermalam di sini sambil menghadiri program harian yang amat bermakna. Kami menduduki bayan-bayan dalam bahasa arab. Para mashaikh seperti Maulana Zubair, Sheikh Saad, Sheikh Ahmad Lat masih belum pulang dari menunaikan haji.

Di Nizamuddin, kami dapat bertemu dengan ramai rakan-rakan dari serata dunia, dari  Afrika Selatan terdapat 48 Ulama’ yang sedang menyertai tashkil 1 tahun dan dari England sebanyak 12 orang. Pada awalnya kami terasa agak berbangga setelah berjaya mengumpulkan ulama’ dari Malaysia tetapi melihat jumlah mereka yang jauh lebih lebih banyak, kami terasa masih banyak kekurangan yang perlu diatasi dan masih banyak lagi usaha ke atas ulama’ Malaysia perlu di buat dengan bersungguh-sungguh. Mengapa tidak, Malaysia adalah negara islam yang rasmi sementara di Afrika Selatan umat islam hanyalah berjumlah 2% dan England pun mempunyai kadar begitu juga tetapi dalam pada itu mereka masih dapat menerbitkan bilangan ulama’ yang ramai untuk keluar di jalan Allah selama setahun.

Kami juga sempat bertemu dan berbual dengan saudara arab dari Israel yang juga baru tiba. Persoalan yang timbul dalam hati kami, bagaimanakah usaha dakwah dan tabligh boleh berlangsung di dalam negara Israel secara Madaniyyah (terbuka) dan terdapat 4 markas tabligh di sana sedangkan orang arab di Palestin diancam dan diseksa teruk oleh orang Israel sementara di Palestin terdapat 5 markas. Katanya orang Yahudi adalah pakar di dalam soal kitab asmawi termasuk Al-Quran dan Ahadis Nabi. Mereka tahu yang mana benar dan yang mana salah dan mereka tahu usaha Agama yang mana mandapat bantuan Allah SWT yang ghaib dan yang tidak memperolehinya. Maka mereka tidak berani mengganggu orang-orang yang membuat usaha dakwah dan tabligh kerana dengan mengganggu orang-orang ini bermakna menarik azab Allah SWT dan balaNya ke atas mereka sendiri, sebab itulah mereka dibiarkan bebas. Sedangkan pergerakan lain yang radikal dibanteras dan diseksa habis-habisan kerana mereka tahu cara mereka salah dan tiada bantuan Allah SWT bersama mereka itu.

Ketika kami di Malaysia, Ustaz Johari telah menghantar jemaah arab dari Emiriah pulang ke KLIA, salah seorang dari mereka telah memberitahu bahawa dia pernah keluar jemaah bersama seorang arab muslim dari Israel dan dia telah menceritakan kisah bagaimana usaha dakwah di Israel telah terpaksa dibenarkan secara terbuka.

Suatu ketika, beberapa rakan seusaha sedang menjalani usaha jaulah/ghast/ziarah, mereka telah ditahan oleh tentera yahudi untuk meneruskan perjalanan mereka, tetapi mereka berpendirian tetap dan tekad untuk terus pergi. Akhirnya seperti biasa dengan sifat zalim yahudi, tentera itu telah menujukan senapang mesin mereka ke arah jemaah tetapi peluru tidak keluar setelah dipetik. Apabila dihalakan ke atas dan ke arah lain, peluru boleh keluar dan sebaliknya, apabila dihalakan ke arah jemaah peluru tidak akan keluar. Peristiwa itu telah dibawa ke pihak atasan Israel dan mereka telah faham golongan ini adalah golongan haq, mereka mengeluarkan arahan supaya jemaah tabligh tidak dihalang lagi.

Kemudian kami telah bergabung dengan 6 orang Ulama’ dari Afrika Selatan untuk keluar 20 hari di Mawana satu kawasan pedalaman 3 jam perjalanan dari Delhi. Jemaah kami dipimpin oleh satu orang A’lim lepasan Deoband yang sudah menjangkau umur 60-an. Beliau telah mula melibatkan diri di dalam usaha Dakwah dan Tabligh semenjak 1961 di zaman Maulana Yusuf rah.alaih.


Karguzari bersumber daripada blog Azharmanjoi.



Nota: Tasykil setahun keluar di jalan Allah hanya dikhususkan untuk jemaah ulama' sahaja. Jemaah Ulama terdiri dari mufti, kiyai, maulana, ustaz dan setaraf dengannya adalah salah satu bahagian yang sangat penting dalam usaha da'wah dan tabligh. Kita telah melihat usaha yang sama dilakukan di negara jiran seperti Thailand dan Indonesia, usaha lebih cepat membangun asbab lebih ramai ulama' mengambil bahagian dalam kerja-kerja da'wah dan tabligh; dan tentunya dengan limpah rahim dan kehendak Allah SWT.


Wallahu a'lam.
Baca lagi..
 

Karguzari Dakwah: Usaha atas Iman, tema asal Empty Canvas. Makhluk dicipta, tidak berdaya dan tidak kekal.